Bandung, 23 Oktober 2024 – Semangat kolaborasi dan komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan tampak jelas saat rombongan dosen dan staf Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, melakukan kunjungan akademik ke Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung.

Rombongan berangkat dari Tulungagung pada 22 Oktober 2024, menggunakan kereta api. Perjalanan yang panjang itu membawa semangat yang tinggi untuk belajar dan berbagi pengalaman dengan salah satu fakultas pendidikan terkemuka di Indonesia. Keesokan harinya, para peserta benchmarking disambut hangat oleh pimpinan FIP UPI, termasuk Wakil Dekan FIP dan para pengelola Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) serta Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD).
Kunjungan ini bukan sekadar kegiatan formal, melainkan sebuah momen yang sarat makna. Dalam suasana diskusi yang hangat dan egaliter, kedua institusi saling berbagi praktik baik dalam pengelolaan program studi, penerapan kurikulum, serta pengembangan mahasiswa. Banyak gagasan baru yang muncul, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam hal manajemen dan penguatan kelembagaan.
Salah satu topik utama yang menjadi pusat perhatian adalah implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). UPI memaparkan bagaimana fleksibilitas kurikulum mampu mengakomodasi potensi dan minat mahasiswa, serta strategi mereka dalam menjalin kemitraan dengan berbagai pihak eksternal. Sebaliknya, UIN SATU Tulungagung berbagi tentang tantangan yang dihadapi dalam konteks lokal dan bagaimana solusi kreatif diterapkan, termasuk pendekatan kolaboratif dalam pelaksanaan program di luar kampus.
Tak kalah menarik, diskusi mengenai pengelolaan program studi juga menggali aspek penting seperti pengembangan kurikulum yang adaptif, strategi peningkatan akreditasi, dan peran aktif dosen dalam menciptakan iklim akademik yang sehat. Keduanya sepakat bahwa tata kelola yang kuat dan responsif adalah kunci menuju program studi yang unggul dan berdaya saing.
Bidang kemahasiswaan pun tak luput dari perhatian. UPI memberikan gambaran tentang berbagai program yang mereka jalankan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan soft skills mahasiswa, seperti keterlibatan dalam riset kolaboratif, pengabdian masyarakat, serta program pengembangan diri berbasis komunitas. Dalam forum yang sama, PGMI dan PIAUD UIN SATU juga membagikan berbagai inovasi kegiatan mahasiswa yang berbasis nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.

Kegiatan benchmarking ini ditutup dengan pertukaran cendera mata sebagai simbol persahabatan dan harapan untuk mempererat kerja sama antar lembaga di masa mendatang. Lebih dari sekadar kunjungan akademik, kegiatan ini menjadi ruang reflektif bagi kedua belah pihak untuk menata ulang strategi dan memperkaya perspektif dalam mengelola pendidikan tinggi.
“Pertemuan ini membuka banyak peluang dan ide baru. Kami pulang membawa semangat dan inspirasi untuk diterapkan di program studi masing-masing. Semoga sinergi ini terus berlanjut dalam bentuk kolaborasi nyata,” ungkap salah satu ketua program studi PGMI dalam sesi penutupan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pertukaran ide dan pengalaman antar institusi pendidikan adalah langkah penting dalam menciptakan inovasi dan memperkuat kualitas pendidikan nasional. Di tengah perubahan zaman yang cepat, kerja sama dan pembelajaran bersama seperti ini adalah kunci untuk terus tumbuh dan relevan.
